Hari Batik Nasional
Batik merupakan bagian dari budaya Indonesia. Nama batik sangat lekat dengan bangsa Indonesia. Sejak zaman dulu jauh sebelum Indonesia merdeka, bangsa kita memang sudah memiliki keterampilan membatik.
KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah juga membangun ekonomi anggotanya dengan menggiatkan usaha membatik kemudian dikembangkan melalui koperasi.
Saat itu di daerah Jawa Tengah termasuk Jogya, merupakan penghasil batik tulis ternama. Seiring dengan kemajuan teknologi, maka batik cetak juga banyak digunakan.
Begitu juga di Jawa Timur termasuk Bondowoso, sudah banyak berdiri galeri-galeri batik terutama oleh para pemuda Bondowoso. Mereka hasil didikan SMK batik Tamanan .
Di tingkat dasar ada SD Muhammadiyah Bondowoso yang juga bejerjasama dengan SMK ini dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler membatik. Kemudian dilanjutkan bekerja sama dengan kelompok batik Tunas Muda yang dipimpin oleh mbak Wike Wijayanti di desa Pejaten Kec. Bondowoso.
Hasil wawancara saya dengan mbak Wike. Selain kelompok batik Tunas Muda, mbak Wike menerangkan ada juga batik Magenda, Ijen Batik, Batik Dawea, Batik Cindogo, dsb.
Bangga rasanya saya melihat adanya gerakan pemuda dalam membumikan batik di Bondowoso ini. Mas Andre dari batik Magenda lebih maju lagi. Hasil garapannya dipakai oleh PNS di Bondowoso, yang dijadikan seragam yang dipakai setiap hari Selasa.
Semoga pada peringatan Hari Batik Nasional ini, batik lebih membumi di Indonesia dan tumbuhlah semakin pesat ekonomi Indonesia serta majulah pemuda Indonesia.
Bondowoso, 2 Oktober 2021
Komentar
Posting Komentar